18 Juni 2007
Berani Berbuat Berani Bertanggungjawab
Tidak ada satu pun yang menginginkan KTD(Kehamilan Tidak Diinginkan), tetapi kenyataannya sampai hari ini masih banyak kasus aborsi yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia((World Health Organization-WHO) pada tahun 2006 menyebutkan bahwa tingkat kasus aborsi—spontan maupun tidak spontan—yang terjadi di Indonesia paling tinggi di Asia Tenggara, mencapai 2 juta kasus dari jumlah kasus di negara-negara ASEAN yang mencapai 4,2 juta kasus per tahun. Dari estimasi data tersebut disinyalir akan terus bertambah tiap tahunnya jika tidak segera disikapi. Sangat memprihatinkan!.
Kasus aborsi ini banyak di alami oleh ibu rumah tangga dan remaja putri(ABG) yang mengalami “kecelakaan”. Kebanyakan stigma yang beredar di kalangan masyarakat bahwa mereka yang melakukan praktek aborsi ini akibat hubungan di luar nikah. Memang inilah fakta yang sering diekspose oleh media cetak maupun elektronik. Tetapi, pada kenyataannya banyak penyebab lain yang mengakibatkan seseorang melakukan prektek aborsi. Diantaranya; kegagalan alat kontrasepsi, kondisi kesehatan ibu hamil yang lemah, kemiskinan, pemerkosaan dan lain sebagainya...selengkapnya
01 Juni 2007
Menabur Benih Masa Depan
Tugas pendidikan adalah memerdekakan…!
21 April 2007
The Da Vinci Code
Buku novel Dan Brown dengan judul "The Da Vinci Code" (disingkat TDVC) yang terbit tahun 2003 merupakan buku terlaris saat ini karena telah diterjemahkan dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia dan telah dijual lebih dari 65 juta buah . Kalau jumlah buku ini dibagikan di
Sebagian orang mengatakan bahwa Dan Brwon dan kawan-kawannya yang terlibat dalam bisnis raksasa ini telah meraup keuntungan jutaan atau malah milyaran dollar Amerika . Selain kagum kita juga bertanya mengapa buku dan film TDVC ini begitu berhasil menembus pasar dunia ?
Dengan sangat piawi Dan Brown, seorang mantan penyanyi lagu pop telah meramu sebuah ceritera yang amat mengasyikkan dengan menggunakan elemen-elemen historis, seni rupa, ajaran agama Kristen serta banyak lagi ide yang diciptakannya sendiri .Para pembaca yang kurang berhati-hati akan dengan gampang dibawa hanyut oleh alur ceritera Dan Brown yang penuh kejutan dan amat menegangkan itu . Tidak heran bahwa pada buku edisi bahasa Indonesia dikatakan bahwa buku ini akan "memukau nalar, mengguncang iman".
Mengapa buku dan film TDVC dapat mengguncang iman umat beragama, khususnya umat Kristiani atau para pengikut Yesus Kristus ?...selengkapnya
Memandang Lintang
Jangan harapkan lagi..
Lupakan dia..
Selamanya..!
Bisikan itu semakin kuat menyelimutimu. Mengganggu tidur malammu. Membuatmu tampak semakin resah. Semakin kuat lagi. Semakin kencang. Dan..
Tidak!
Aku tidak bisa!
Aku tidak bisa melupakannya. Aku tidak ingin melupakannya. Aku tidak ingin kehilangannya. Aku terlalu sayang kepadanya. Tolong jangan paksa aku. Tolong jangan…!
Tiba-tiba suara handphone membuatmu terbangun dengan sergap. Satu pesan diterima. Dengan mata yang masih belum bisa berkompromi dengan pagi, kau paksakan jemarimu untuk membuka pesan itu. Dan seperti biasa, pesan ramalan bintang selalu menyambutmu tiap pagi. Ramalan pagi ini membuatmu terbelalak. Terkejut. Diam dan sedih.
Anda tampaknya tak bisa lepas dari bayang-bayang dirinya. Tapi cinta anda bertepuk sebelah tangan, si dia sudah semakin jauh dari jangkauan anda.
Tak terasa air matamu menetes ketika kau baca pesan itu. Baru kali ini kau merasa cengeng terhadap dirimu sendiri. Cengeng karena sesuatu hal yang selama ini kau abaikan. Tak pernah mau kau rasakan, padahal dalam lubuk hati kecilmu menginginkannya. Kau terlalu munafik terhadap perasaanmu sendiri. Tak pernah mau berkompromi dengan rasa cinta dan keterikatan.
10 Juli 2006
09 Juli 2006
Hari Pers Nasional 2006
Itulah perubahan besar yang terus kita alami. Media menjadi multimedia. Tidak lagi terbatas media cetak, sekaligus media elektronik. Radio, film, televisi, internet, semua yang termasuk media digital, kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan media, sebagai sumber informasi. Kita sungguh se dang merasuki apa yang disebut dengan era digital. Baca selengkapnya...http://bungkapit21artikel.blogspot.com
Gambling
Keberanian. Itulah kunci dasar dalam menghadapi segala tantangan kehidupan. Toh seperti apa yang pernah aku lontarkan, terkadang cita-cita itu tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Kita ingin selalu berjalan lurus, tetapi akhirnya malah belok. Apalagi kalo beloknya ke "kiri"...
lama-lama jadi "kiri" itu seksi..he..he..he..
Sebaliknya, ketika kita sudah berani bertaruh untuk mimpi masa depan dan selalu bersikap optimis, aku yakin kita akan menang dalam perjudian kehidupan ini. Taruhan tidak akan mejadi suatu hal yang sia-sia.
Kawan...hal yang mendasar kenapa tulisan ini aku beri judul "Gambling" karena memang hari ini aku bertaruh. Bertaruh untuk menang. Banyak hal yang telah aku pertaruhkan untuk mencapai mimpi yang lebih baik. Aku telah memutuskan untuk berhenti kuliah dengan harapan aku bisa hidup mandiri tanpa tergantung kepada orang tua. Walaupun sebenarnya alasan aku memutuskan studiku karena ada beberapa konflik antara aku dan orang tuaku sendiri.
Berbeda pandangan, mungkin itu alasan yang mendasar diantara beberapa alasan yang lainnya.
Dan saat itu egoku memang sangat labil. Konflik itu sempat membuat aku benci dengan orang tuaku. Aku terlalu angkuh dengan menjauhi mereka. Sampai suatu saat aku sadar bahwa aku memang tidak bisa jauh dengan mereka. Akhirnya, kebencian itu bisa aku redam dan aku tetap dengan keputusanku untuk mandiri tanpa tergantung mereka, terutama dalam hal materi.
Sudah sepuluh bulan ini aku menjalani kemandirianku ini. Susah dan senang ibarat kendaraan yang berlalu-lalang di jalanan. Aku jadi teringat akan ajaran Dao (baca Tao) bahwa kehidupan ini harus kita terima apa adanya karena di dunia ini selalu ada keseimbangan. Jangan terlalu mengikuti "keinginan" karena kita bisa terjerumus karenanya. Buatlah keseimbangan dalam hidup ini dan lakukan tanpa pamrih. Ibarat kesatuan antara Ying dan Yang.
Kawan...permainan ini telah aku mulai dan taruhan sudah aku pasang. Dadu telah terlempar.
Apakah aku akan menang atau kalah? Entahlah, yang jelas hari ini aku merasa optimis bahwa apa yang aku pertaruhkan tidak akan sia-sia, itulah harapanku. Semoga...
Selamat malam, kawan...
13 April 2006
" Kabar Buat Kawan dan Tuhan "
Kawan...kadang aku ngerasa Tuhan itu juga Dzat yang mempunyai watak humoris,usil dan suka bercanda. Semisal,saat kita jalan tiba-tiba hujan deras lalu tak lama kembali reda dan kembali panas,kadang di tempat A hujannya deras di tempat B yang nggak jauh dari A cuacanya terang benderang. He..He..He..semoga Tuhan tidak marah sama aku karena aku yakin di Maha Pemaaf dan Maha Tahu bahwa umatnya ini saat membuat tulisan ini juga bercanda tanpa bermaksud menentang dan membuat-Nya marah.
Kawan...aku tak tahu apalagi yang ingin aku tulis di sini karena otakku saat ini dipenuhi beban-beban atau masalah-masalah yang bagi aku berat sekali menanggungnya sendiri. Aku ingin mengeluh, aku ingin berontak, aku ingin mencaci-maki, aku ingin marah, tetapi aku nggak tahu kepada siapa aku luapkan semua perasaan ini.
Saat ini aku merasakan kesepian yang amat sangat walaupun di dekatku ada musik yang diputar keras oleh teman sekantorku. Dia sedang asyik chat dengan temannya di dunia maya. Aku juga nggak tahu apakah temannya itu cowok atau cewek yang jelas aku juga melihat kesepian, kekosongan dan keresahan di matanya. Semoga dia bahagia dengan apa yang dia lakukan di dunia maya itu. Sedang aku sendiri? aku tetap menikmati sisa-sisa kekelamanku kemaren malam. Kejadian yang tak terduga menimpaku. Mungkin ini salah satu kehendak Tuhan terhadapku. Aku menabrak seorang gadis china yang sedang naik motor dan untungnya dia tidak apa-apa. Saat itu aku tidak bisa berkata apapun. Aku menyadari bahwa aku memang salah karena aku terlalu kencang dan motorku juga tidak ada lampunya. Tetapi bukan itu yang membuat aku terdiam. Gadis - ya gadis itulah yang membuat aku tidak bisa berkata apa-apa. Bukan karena kecantikannya - karena dia seorang gadis dan aku telah melukai seorang gadis. Aku yakin psikologisnya terganggu dan aku juga yakin dia pasti tidak pulas tidur malam. Kejadian itu pasti tetap terngiang dalam pikirannya...dalam hati aku merasa kasihan kepadanya. Aku ingin meminta maaf sepenuhnya kepadanya...aku telah melukainya Kawan...Semoga dia baik-baik saja...
Ya Tuhan ringankanlah semua beban dan penderitaanku ini dan maafkan aku karena selama ini aku jauh pada-Mu
Selamat Malam...



























